Kamis, 05 Maret 2015

Love for Beginners

 Hailey Stainfeld as Lindsay Harper
 Thomas Brodie-Sangster as Bryant Twaithes
 Miriam Bryant as Jessie Tremblay
 Odeya Rush as Rosemary Larsson
Namaku Lindsay Harper, kalian bisa memanggilku Lindsay atau Harper terserah itu sama saja. Bisa di bilang aku berbakat menata rambut orang-orang dan menjadi fashion designer di umurku yang baru menginjak 18 tahun. Mungkin jika kalian menjadi diriku kalian akan sangat bangga karena mendapat kepercayaan untuk membuat pakaian-pakaian yang dipakai artis artis saat mengahadiri acara-acara besar. Tapi tidak denganku,ya walaupun aku sudah memiliki semua keinginanku sejak kecil tapi aku selalu merasa rendah diri di kalangan anak-anak perempuan yang sama terkenalya atau mungkin di bawahku. Ya...aku gadis cupu dengan rambut kepang satu kemanapun aku pergi dan kacamata Nerdy yang aku gunakan untuk menutupi mataku yang tidak kuberi olesan sedikitpun sangat berbeda dengan kawan-kawanku yang selalu memakai make-upnya. Tapi banyak orang berkata padaku bahwa aku gadis natural yang sangat cantik walaupun tanpa make-up sedikitpun tanpa bedak dan hanya memakai lip-gloss tanpa warna dan aku hanya menjawab dengan senyuman. Baiklah sampai di sini saja perkenalannya kurasa cukup. Aku akan menyeritakan kepada kalian kisahku. Inilah kisahku, happy reading ^_^
 "Lihatlah siapa yang datang!" seru Jessie, orang kedua yang sangat menyebalkan. Siapa yang pertama? "Tentu saja gadis bodoh dengan rambut kepangnya dan kacamata Nerdynya yang selalu ada menemaninya" nah itu orang pertama yang paling menyebalkan, Bryant yup Bryant Twaithes. "Bryant, tadi kau menyebutkan kata bodoh. Memangnya kenapa?"tanya Jessie dengan nada sok polos. "Tentu saja dia bodoh bahkan sangat bodoh. Mendiang ayahnya adalah produser yang terkenal dan berkali-kali memenangkan awards dan mendiang ibunya adalah aktris terkenal yang juga berkali-kali memenangkan awards. Tapi dia memilih untuk menjadi tukang salon bukannya jadi artis."jawab Bryant dengan nada liciknya. "Hah? Kau serius Bryant? Bukankah dia memiliki peluang besar untuk menjadi artis api mengapa dia memilih untuk menjadi tukang salon?"tanya Jessie. Aku beranjak pergi dari neraka ini. "Eh...eh...eh, gadis nerd yang bodoh mau kemana kau?"tanya Bryant aku tidak mendengarkan ucapannya dan tetap berjalan. Lalu seseorang menarik tangan kananku secara paksa lalu aku membalikan badan dan menamparnya menggunakan tangan kiri. Lalu Bryant, melepas tanganku karena mengusap pipinya yang memerah karena tamparanku yang cukup keras. Aku berjalan dengan cepat menuju kelas. Sesampainya di kelas aku mengeluarkan sketchbook dan mulai mendesign baju.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar